Thursday, October 16, 2008

Langkah-Langkah Menganalisa Feng Shui

(PROPERTI.BIZ edisi 33 / Oktober 2008)

Dear. Bpk. Felix
Saya termasuk salah satu pembaca setia Rubrik Feng Shui di Properti.Biz. Setelah belajar cukup banyak hal dari rubrik ini, saya tertarik untuk membangun rumah dengan menggunakan prinsip Feng Shui. Untuk itu kira-kira hal apa sajakah yang perlu saya persiapkan agar Feng Shui rumah saya dapat ditentukan dengan baik? 
Dari apa yang saya baca selama ini, saya tahu bahwa dalam menentukan Feng Shui diperlukan arah hadap bangunan dan tanggal lahir penghuninya. Sejauh apakah dan untuk apakah kedua data tersebut diperlukan?
Terima Kasih sebelumnya, Jason A.

Jawab:

Terima kasih kepada Bapak Jason untuk pertanyaannya.
Seperti yang sudah Bapak ketahui, memang di dalam proses desain rumah menggunakan Feng Shui, diperlukan data arah hadap bangunan serta data kelahiran para penghuninya.

Untuk arah hadap bangunan, arah hadap ditentukan berdasarkan derajat pada kompas. Arah hadap tersebut diperlukan untuk menentukan energi dalam bangunan berdasarkan metode Flying Star / Fei Xing. Biasanya kebanyakan dari klien atau pembaca rubrik hanya mengetahui arah hadap bangunan itu berdasarkan patokan posisi matahari. Misalkan matahari terbit dari sebelah depan rumah, berarti berdasarkan patokan itu rumah menghadap ke arah Timur. Dari data tersebut, biasanya mereka sudah menyimpulkan bahwa rumah seperti itu sudah baik menurut Feng Shui (maka biasanya kavling hadap Timur lebih mahal harganya). Padahal untuk menganalisa Feng Shui dibutuhkan arah hadap bangunan sampai skala derajat arahnya, karena beda 1 atau 2 derajat saja bisa jadi perhitungannya sudah berbeda. Hal ini disebabkan karena di dalam kompas Feng Shui, setiap arah mata angin dibagi menjadi 3 sektor, yaitu sektor 1, sektor tengah dan sektor 2. Setiap sektor mewakili pola energi yang berbeda seperti dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Setelah mengetahui arah kompas tersebut, barulah kita bisa membuat peta energi, yang bisa dipakai sebagai patokan untuk menentukan posisi mana yang cocok bagi setiap fungsi ruang dalam sebuah bangunan.

Setelah itu, sebenarnya analisa Feng Shui sudah selesai analisa tanggal lahir penghuni tidak dilakukan. Sebab ilmu Feng Shui sendiri lebih ditujukan pada bagaimana mengatur tata letak bangunan sesuai dengan energi yang baik. Sedangkan analisa elemen penghuni berdasarkan tanggal lahir sebenarnya sudah di luar analisa Feng Shui, namun memang dalam prakteknya analisa tanggal lahir penghuni ini bisa digabungkan dengan analisa Feng Shui. Biasanya analisa tanggal lahir dihitung hanya dari tahun kelahirannya saja, namun menurut saya perhitungan ini kurang begitu spesifik. Sebab setiap orang yang lahir dalam tahun yang sama, belum tentu memiliki karakter yang sama. Maka biasanya dibutuhkan data lahir penghuni secara keseluruhan, mulai dari tanggal, bulan, tahun, bahkan jam lahir. Dari data tersebut, kita bisa mengetahui elemen seseorang, dan apa elemen yang dibutuhkannnya. Dengan demikian bisa didapatkan pula arah-arah mana saja yang cocok dengan seseorang. Dari data yang didapatkan ini barulah dilakukan penggabungan dengan Feng Shui bangunannya, sehingga didapatkan hasil yang optimal. Semoga Bermanfaat.

Sunday, August 10, 2008

Rumah & Salon

(PROPERTI.BIZ edisi 31 / Agustus 2008)

Yth. Bpk. Felix
Rumah saya tipe 21 menghadap utara dan letak pintu menghadap barat. Yang ingin saya tanyakan: saya memiliki usaha salon yang saya satukan dengan ruang tamu dan dibatasi oleh partisi untuk memisahkan antara salon dan ruang tamu. Apakah baik bila pintu salon dan pintu masuk rumah dipasang bersebelahan, atau satu pintu saja cukup? Saya bershio ayam dan suami bershio kelinci. Saya harapkan jawaban dari Bapak. dan terima kasih.
Salam, Niken

Jawab:

Terima kasih kepada Ibu Niken untuk pertanyaannya. Yang saya tangkap dari pertanyaan Ibu adalah rumah Ibu saat ini memiliki dua fungsi, yaitu fungsi sebagai rumah tinggal sekaligus tempat usaha, dalam hal ini berupa salon.

Berdasarkan prinsip Feng Shui umum, sebenarnya  energi fungsi rumah tinggal bersifat Yin (pasif), sedangkan fungsi tempat usaha lebih bersifat Yang (aktif). Jadi sebenarnya kedua fungsi ini memiliki karakteristik yang bertolak belakang. Fungsi rumah tinggal lebih membutuhkan suasana tenang, sementara fungsi tempat usaha lebih baik bila ditempatkan di suasana yang lebih aktif sehingga memberikan semangat yang lebih besar dalam bekerja.

Dengan pertimbangan tersebut, idealnya antara fungsi tempat usaha dengan rumah tinggal tidak disatukan dalam satu bangunan, karena suatu saat kedua fungsi ini akan saling bertentangan. Bisa saja fungsi tempat usaha yang terganggu karena dalam suasana kerjanya terbawa energi Yin,  sehingga pada saat bekerja, timbul perasaan kurang bersemangat. Atau bisa jadi pula fungsi rumah tinggal yang terganggu suasananya sehingga penghuni rumah sulit untuk beristirahat akibat energi Yang, yang biasanya memberikan bawaan ingin terus bekerja (workaholic). Pada akhirnya penghuni rumah menjadi kekurangan  istirahat.

Bila melihat kasus Ibu yang pada saat ini mungkin usahanya sudah berjalan, untuk sementara dijalani saja dahulu sambil dibuat sebuah riset kecil. Kira-kira fungsi manakah yang energinya terganggu, apakah energi Yin  atau energi Yang  yang lebih dominan.  Bila energi Yin yang lebih dominan, mungkin perlu dipikirkan untuk mencari suatu tempat baru sebagai tempat usaha, dan mengembalikan fungsi bangunan ini sebagai rumah tinggal.  Tapi bila ternyata usaha ibu sangat berkembang, otomatis energi Yang yang lebih dominan, maka perlu dipikirkan untuk mencari tempat hunian yang baru dan bangunan lama dapat sepenuhnya dipergunakan sebagai tempat usaha.

Untuk saat ini, memisahkan akses masuk menjadi 2 pintu yang berbeda dan memisahkan kedua fungsi dengan penggunaan partisi adalah ide yang baik. Sebab dengan demikian minimal kedua kegiatan ini dipisahkan akses masuk dan kegiatannya, sehingga secara fungsi tidak begitu saling mengganggu. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah skala ruang, proporsi  dan penataannya, karena tentunya penempatan 2 buah pintu dalam bangunan akan cukup menyita ruang. Bila secara proporsi masih nyaman penggunaan 2 pintu masuk merupakan solusi baik. Tetapi bila menimbulkan efek sempit terhadap bangunan, mungkin masih lebih baik bila tetap menggunakan 1 buah pintu saja, sambil mencoba menjalankan riset kecil yang saya anjurkan. Semoga Bermanfaat